https://saidoto.blogspot.com/2012/12/kisah-lamaran-salman-al-farisi.html?m=1 Singkat cerita, ketika Abud Darda' sahabat Anshar yang mengantar Salman untuk melamar seorang muslimah Anshar lebih dipilih pinangannya jika datang juga untuk meminang daripada pinangan Salman yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa. Pengantar lebih dipilih daripada pelamar. Pernah sekian waktu yang lalu, semacam menghadapi hal serupa yang dialami muslimah Anshar itu. Entah. Bedanya, aku tetap memilih "pelamar" walaupun rasanya aku lebih klop, cocok, dan nyambung dengan si "pengantar". Nasi sudah menjadi bubur, bubur basi dibuang ke sawah yang menumbuhkan benih padi. Ini kisah lama, sudah lama berlalu. Bahkan sudah tidak tahu lagi bagaimana kabar keduanya, baik "pelamar" maupun "pengantar". Sekarang aku kembali ke sawah, tumbuh disemai dan siap menjadi beras yang kualitasnya lebih baik dari sebelumnya. Menunggu pantas dipanen oleh seorang "petani" sho...
Hanya sekedar luapan inspirasi, curhatan, segalanya, apapun itu yang sempat terketuk melalui papan qwerty kesayangan