Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Candaan suami yang ngangenin part 1

Percakapan ringan disela-sela kesibukan harian masing-masing, di rumah. D: pareman enak, panas anget-anget di perut. (ceritanya habis perawatan diri sendiri demi kewarasan) M: tapi pigeon-soldout nya ga dikasih parem kan? D: (dengan pedenya langsung nyahut) ya ndak lah M: emang apa virgin-soldout? D: (diem,bingung) dalam hati: haduuhh tadi ngomongnya apa sih,virgin? Apaan coba, istilah macam apa, bagian tubuh mana pula itu (salah dengar pula, pigeon jadi virgin) *mikir kera M: hehe . Sold out artinya apa? Payu. Pigeon? Dara. D: hmmm -..-

Menyusui part 2: kenapa milih tandem?

Duluu banget pernah baca ini . Ini yg bikin PD milih tandem, motivasi terbesar adalah meminimalisir sibling rivalry. Sekarang baca lagi, bener persis sama yg dirasain,haha. Terutama bagian ((((waktu berasa habis cuma buat menyusui)))). Lelah tapi seru. Jujurly, sibling rivalry itu ketakutan terbesarku. Sebagai pelaku sibling rivalry, ngerasain sendiri gimana benci & merasa terganggu dengan kehadiran adik. Aku ga mau anak sulungku punya rasa benci yang sama dengan yang aku rasain. Di sisi lain aku juga belum bisa meyakinkan diri sendiri mampu memahamkan pada si sulung tentang kehadiran adiknya, berapapun usia si sulung. Jadilah ngambil keuntungan dari tandem. Semangat tandem! Salam kanan kiri oke! Semangat mengASIhi!

Aku: melawan baby blues

Alhamdulillah alaa kulli haal. Kehamilan kedua kemarin nano-nano rasanya. Sepanjang hamil ga banyak keluhan fisik. Tapi secara psikis porak-poranda. Nangisan. Dikit-dikit nangis. Hampir tiap hari nangis. Ditambah mengalami beberapa peristiwa traumatis. Sekarang... Masih berusaha menghindar dari baby blues biar ga berkepanjangan jadi ppds(?),apalah itu namanya. Sejujurnya agak susah nahan airmata, masih terlalu emosional. Badan pun berasa masih remuk redam, capek rauwis-uwis. Makanya berusaha mengalihkan dengan melakukan ini itu yang membahagiakan diri sendiri. Salah satunya dengan ngeplurk cerita yang seneng-seneng doang. Isinya sebisa mungkin menuliskan kebaikan-kebaikan yang terjadi, biar tetep ingat buat terus bersyukur. Gimanapun juga semuanya sudah sesuai dengan yang direncanakan. Semua konsekuensinya sudah disepakati untuk ditolerir bersama. Jadiiii sudah seharusnya suara-suara negatif yang bersumber dari luar maupun dari dalam bisa difilter, buang jauh-jauh negatifnya. Hanya ...

Luapan emosi: pra-persalinan kedua

Menikmati setiap fase kehamilan kedua dengan rasa nano-nano. Keluhan secara fisik sih sebenarnya tidak lebih berat daripada kehamilan pertama. Apa lagi ayah siaga yang lebih sigap & cekatan mendampingi. Ga kurang-kurang berusaha memenuhi semua kebutuhan dan kepentingan bumsui (bumil-busui) double-job. Sama-sama double-job. Mamas double-job sebagai kepala keluarga, juga sebagai bapak rumah tangga. Tapi tetep aja ya namanya hamil. Hormonal berubah. Segala mood & emosi nano-nano bawaannya. Kali ini, pengen curcol fase mencari tempat alternatif buat bersalin. Periksa rutin di pks.wirobrajan, dekat rumah. Pelayanan pemerintah yang komplit-plit. Segala konsul psikologi, cek ke poli gigi juga masuk ke paket pemeriksaan. Cek lab juga rutin bertahap. Joss lah. Rencana persalinan pengennya ya kyk yang pertama. Di RSIA Adinda, sama dokternya udah enak. Walau galak (testi dari para coass) dan kadang pedes, tapi galak pedesnya profesional dan logis. Nah, mengingat pelayanan puskesmas ...