Walau hari terakhir puasa, tapi masih ada aja pedagang makanan yang berjejer di sepanjang jalan. Seperti biasa, aku dan adik lelakiku yang bertugas jajan makanan buka puasa. Menit-menit mendekati waktu berbuka, kami sekeluarga+masnya sudah duduk manis di atas karpet (maklum ga punya meja makan) ruang tengah yang merangkap ruang makan juga. Menghadap hidangan berbagai jenis makanan yang aku beli tadi. Sambil mencoba bercengkrama untuk mencairkan suasana yang masih didominasi dengan kecanggungan. Haha. Ba'da isya' kami bertiga (aku, rizna, ghozi) sudah berkomplot merayu papa biar mau ngajak kami jalan- jalan keliling melihat gimana ramainya sangatta pas malam takbiran. Sangatta yang cuma sepanjang Jalan Yos Sudarso I sampai IV + Jalan Soekarno-Hatta ditambah sekitar 3 atau 4 jalan besar lain sebagai percabangannya (cabang yang kalo dibayangkan keseluruhan lebih mirip struktur pertulangan ikan) ternyata bisa rame dan lumayan padat juga ya lalu lintasnya. Dari ujung ke ujung, uda...
Hanya sekedar luapan inspirasi, curhatan, segalanya, apapun itu yang sempat terketuk melalui papan qwerty kesayangan