Pesantren kok pacaran "Pernah pacaran?" "Pernah, waktu SMA, sudah putus lama, lostcontact." "Pernah ketemu Ikhwan yang iseng? ngajakin nikah gitu?" "Ada, jadi karena di sini saya pengen mencari rumah, saya di sini berusaha terbuka. Ceritanya begini dan begitu, kendalanya begini dan begitu." "Ok, nanti setelah ini selesai, Rizka ketemu lagi ya sama saya." Pergi tuk kembali Jantungku berdegup kencang. Keringat dingin membasahi telapak tangan. Antara gembira aku akan memulai hidup baru yang kuidamkan. Dengan rasa khawatir? Takut? Sedih? Entah. Campur aduk. "Mas, jadi gini, untuk syarat masuk ke sana ga boleh punya hubungan dalam bentuk apapun. Jadi ini ada surat bermaterai, sebagai tanda keseriusanku bahwa aku berjanji tidak akan berkontak lagi denganmu. Menghilang sementara Raut wajah mendung itu tak pernah kulupa. Aku hanya berpikir soal prioritas. Maafkan. Sudah seharusnya cintaku padaNya harus lebih besar daripada cint...
Hanya sekedar luapan inspirasi, curhatan, segalanya, apapun itu yang sempat terketuk melalui papan qwerty kesayangan